PAREPARE, DELIK.ID — Ketua Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Muhammad Haramain memberi tanggapan terkait kasus pemerkosaan yang dilakukan oknum guru pesantren terhadap belasan santrinya di Bandung. Dosen kelahiran Lombok ini sangat menyesalkan peristiwa asusila yang justru dilakukan oleh seorang guru pesantren.
“Kita menyesalkan dan mengecam oknum guru pesantren yang melakukan tindak pemerkosaan tersebut. Perbuatannya mencoreng dan meruntuhkan marwah pesantren. Guru pesantren yang seharus menjadi figur teladan bagi masyarakat, dirusak oleh seorang oknum,” papar Haramain saat diminta tanggapannya disela-sela kesibukannya di kampus, Rabu, 9/12/2021.
“Oknum guru yang juga pimpinan pesantren di Bandung itu merusak citra dan reputasi lembaga, khususnya pesantren. Sebenarnya, sulit dipercaya, diluar akal sehat. Tapi itulah faktanya. Fenomena asusila yang menimpa pesantren ini harus menjadi evaluasi dan pelajaran bagi semua asatdiz pesantren di tanah air. Semua harus berbenah dan mengembalikan marwah pesantren dengan tidak berulangnya kasus serupa di kemudian hari,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan mengapa seorang guru yang memiliki pengetahuan agama justru menyimpang dari nilai-nilai agama. Haramain menyebut kemungkinan banyak faktor penyebabnya. “Salah satunya, boleh jadi yang bersangkutan mengikuti ritual atau tarekat sesat. Atau secara psikologis, oknum tersebut memiliki gangguan kesehatan mental yang mengaburkan pemahaman agama yang tidak dapat dia pertanggungjawabkan. Tapi secara etik maupun hukum agama, perilaku demikian tidak dapat dibenarkan, apapun alasannya. Apalagi tindakan keji yang dilakukan oleh oknum yang berlabel ustadz. Naudzubillah ,” paparnya.










