“Para Pahlawan kita dengan gagah berani melawan bombardir dari kapal perang dan pesawat tempur dan senjata canggih lainnya, bermodalkan bambu runcing dan berbalut semboyan Merdeka atau Mati,” ujarnya.
Semangat pantang menyerah ini, lanjut Taufan Pawe, harus diresapi dan jadi insipirasi untuk menghadapi tantangan serta ‘mengalahkan’ musuh bersama yaitu kemiskinan dan kebodohan.
“Kita mempunyai potensi besar dalam memenangkan perang melawan kemiskinan dan kebodohan. Karena Indonesia mempunyai sumberdaya alam yang melimpah dan letak geografis yang strategis,” jelas dia.
“Tantangan terbesar yang dihadapi yakni dibutuhkannya kerja keras secara berkelanjutan dengan didukung inovasi dan daya kreativitas yang tinggi, serta
semangat kewirausahaan yang pantang menyerah,” imbuhnya.
Walikota berlatar belakang doktor hukum itu mengajak agar momentum peringatan HPN 2021 dijadikan sebagai langkah inovasi dan daya kreasi.
“Setiap orang bisa menjadi pahlawan di bidang apapun, dan bahkan bisa menjadi pahlawan bagi ekonomi keluarganya dan komunitasnya,” tandas Taufan Pawe. (*)
