Hanya saja, kata Hardiman, kendala dalam proses pelaksanaan vaksinasi tersebut adanya anak binaan Lapas yang tidak memiliki kartu identitas lengkap atau KTP terutama mereka yang berasal dari luar Daerah.
“Meskipun ada kendala begitu kita tetap upayakan program vaksinasi ini berjalan sesuai target. Sementara ini kami fokus melakukan vaksinasi kepada napi yang tersisa,” ungkap dia.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan menjalin sinergitas dengan lembaga lainnya dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
“Kita akan terus menjalin koordinasi dengan baik dengan pemerintah daerah dan lembaga hukum lain. Itu bagian dari ketentuan dan arahan dari pimpinan,” tutupnya. (d13/dlk)