Oknum Notaris di Pinrang Diprotes Warga, Sebabnya Tak Disangka

  • Whatsapp

 

PINRANG DELIK.ID – Oknum Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, Risna Mansyur diprotes warga.

Notaris Risna Mansyur diduga melakukan pendaftaran surat di bawah tangan (Waarmerking) dalam sebuah surat pemberian hibah tanpa sepengetahuan pemilik lahan, H. Saleng.

Lahan seluas satu hektar milik H. Saleng sebelumnya ingin dikuasai anaknya sendiri senilai milyaran rupiah.

H. Saleng mengaku tidak pernah menyerahkan ataupun menghibahkan tanah miliknya itu kepada orang lain.

“Saya tidak pernah merasa memberikan lokasi saya kepada orang lain seperti yang ada didalam surat hibah yang di daftarkan ke Notaris itu,” kata H. Saleng, yang juga mengaku tandatangannya dipalsukan. Senin, (3/5/2021).

Pihak H. Saleng pun mengaku telah melayangkan protes ke Kantor Notaris tersebut namun justru mendapat perlakuan yang tidak wajar. Dia juga mengaku telah mengeluarkan uang puluhan juta rupiah setelah berurusan dengan pihak notaris tersebut.

“Kami datang ke kantor notaris itu tapi malah kami dimarah-marahi Ini kenapa? dimana kami harus mengadu. Kami orang tua dibuat begini,” katanya.

H. Saleng mengungkapkan pihaknya telah mengajukan surat resmi kepada notaris tersebut agar membatalkan Waarmerking itu dengan diketahui oleh pihak Kelurahan, Camat dan pihak BPN.

“Kita sudah menyurat sejak bulan lalu tapi notaris ini tidak menanggapi. Kami kecewa,” ungkapnya.

Dikonfirmasi, oknum notaris Risna Mansyur membantah jika pihaknya melakukan tindakan diluar daripada kewenangannya. Dia mengatakan hanya mendaftarkan surat pemberian hibah ke buku khusus notaris yang telah ditentukan.

“Kapasitas saya hanya mendaftarkan surat itu di buku yang telah ditentukan (Waarmerking). Untuk penjelasan lebih lanjut soal surat itu saya tidak bisa menjelaskan,” kata Risna Mansyur.

Risna mengaku sudah bertemu langsung dengan H.Saleng, namun ia menyebut yang bersangkutan sudah tua dan punya karakter gampang berubah-ubah.

“Yang bersangkutan sudah tua dan berubah-ubah. Saya tidak ingin menjelaskan lebih jauh mengenai surat itu. Soal biaya berapa untuk Waarmerking dan dokumen lain saya punya hak untuk merahasiakan,” jelas dia.

Seperti yang diketahui, notaris di dalam Pasal 15 ayat (2) huruf b UU Jabatan Notaris, berwenang membukukan surat di bawah tangan, dengan mendaftar dalam buku khusus yang disebut dengan Buku Pendaftaran Surat di Bawah Tangan (Waarmerking).

Dalam hal ini notaris hanya menerima pendaftaran atas akta yang sudah ditandatangani oleh para pihak. Tidak dibuat oleh atau ditandatangani di hadapan notaris. (*).

Ketgam: Kantor Notaris Risna Mansyur, di Kabupaten Pinrang

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *