“Jadi selain disediakan ruang dan wadah yang memungkinkan orang kreatif dapat mandiri serta mampu menjadikan kreatifitas sebagai sumber ekonominya, Pemerintah Kecamatan juga terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan SKPD teknis serta perusahaan BUMN/BUMD agar para pelaku usaha mendapatkan perhatian dan pembinaan,” terang Ita.
Pada kesempatan inipun, ditampilkan beberapa hasil produk masyarakat Bacukiki yang telah tergabung dalam Kantong Kreatif. Bahkan Tim Validasi Lapangan juga diajak untuk mengunjungi langsung salah satu pelaku Ekonomi Kreatif yaitu pembuat gitar untuk dilakukan wawancara langsung.
Terpisah, salah satu anggota Tim Validasi Lapangan, Dr. Citra memberikan masukan agar kedepannya aplikasi kantong kreatif tidak hanya memuat hasil produk, alamat dan kontak person pelaku usaha, tetapi juga termuat profil dan informasi terkait usaha tersebut.
“Sebaiknya juga disediakan profil dan informasi usaha yang isinya misal apakah usaha tersebut kategori individu atau kelompok. Ataukah juga informasi terkait jumlah tenaga kerjanya dan sebagainya. Hal ini penting, untuk memberikan informasi awal terhadap orang atau perusahaan yang akan menyalurkan modal atau CSR,” tandasnya.
(syari)
